Profil Singkat
Taman Sakat Lebung Panjang
Taman Sakat Lebung Panjang merupakan destinasi eduwisata berbasis konservasi alam yang terletak di Desa Jambi Tulo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Taman ini lahir dari inisiatif masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Muaro Jambi Bersakat (GMB) sebagai upaya menyelamatkan anggrek-anggrek hutan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan, alih fungsi lahan, dan degradasi ekosistem rawa di wilayah Muaro Jambi. Taman mulai dikembangkan sekitar tahun 2017 di atas lahan seluas kurang lebih 3,5 hektare yang dirancang menyerupai habitat alami hutan rawa sehingga menjadi tempat konservasi sekaligus sarana pendidikan lingkungan.

Nama “Sakat” berasal dari bahasa Melayu Jambi yang berarti anggrek, sedangkan “Lebung Panjang” merujuk pada karakter bentang alam rawa dan perairan yang menjadi bagian penting dari sejarah serta kehidupan masyarakat setempat. Filosofi tersebut mencerminkan semangat pelestarian keanekaragaman hayati yang berpadu dengan kearifan lokal.
Sebagai pusat konservasi anggrek alam, Taman Sakat Lebung Panjang telah mengoleksi puluhan hingga ratusan jenis anggrek asli Jambi yang diselamatkan dari habitat yang terancam. Koleksi tersebut menjadi sumber penting bagi kegiatan penelitian, inventarisasi keanekaragaman hayati, pendidikan, serta pengembangan budidaya anggrek lokal. Berbagai penelitian dari perguruan tinggi juga telah menjadikan taman ini sebagai lokasi studi mengenai inventarisasi dan karakteristik anggrek hutan Sumatera.
Selain konservasi, taman ini dikembangkan sebagai pusat eduwisata yang menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai keanekaragaman anggrek, ekosistem hutan rawa, restorasi habitat, serta budaya lokal masyarakat Jambi. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan jelajah alam, pengenalan spesies anggrek, wisata edukasi untuk pelajar dan mahasiswa, fotografi alam, hingga menikmati berbagai fasilitas pendukung seperti rumah bayang anggrek, jalur interpretasi, ruang edukasi, dan area budaya. Taman ini juga telah dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran lapangan bagi sekolah-sekolah di Jambi.
Dengan mengusung semangat “Konservasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Masyarakat”, Taman Sakat Lebung Panjang berkomitmen menjadi pusat pelestarian anggrek alam Sumatera sekaligus destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dunia pendidikan, dan generasi mendatang.