Ragam Anggrek

Taman Sakat Lebung Panjang

Anggrek adalah tanaman yang terkenal dengan bentuk bunga dan keindahannya yang khas, tanaman ini terdistribusi secara luas di berbagai belahan dunia. Selain bentuk morfologinya yang indah anggrek juga mempunyai aroma yang sangat khas, sehingga dapat membuat relaksasi bagi penikmatnya.

Menurut Prapitasari et al., (2020) setiap spesies anggrek memiliki ciri khas yang unik, bunga anggrek memiliki warna yang sangat bervariasi dan bentuk yang beraneka ragam sehingga menarik perhatian banyak orang. Hal ini sesuai dengan Shidiqy et al., (2019) bahwa karakteristiknya yang memukau dan menarik perhatian para penggemar anggrek membuat anggrek dijadikan sebagai salah satu jenis tanaman hias yang sangat diminati. Hal ini membuat anggrek memiliki prospektif dan nilai ekonomis tinggi.

Bagian terpenting dari anggrek adalah bunga, karena dari bunga dapat dibedakan anggrek dengan tanaman lain. Bunga anggrek terdiri dari lima bagian utama, yaitu sepal (daun kelopak), petal (daun mahkota), stamen (benang sari), pistil (putik) dan ovari (bakal buah). Anggrek memiliki tiga buah sepal. Sepal yang terdapat di bagian atas disebut sepal dorsal sedangkan dua lainnya disebut sepal lateral. Anggrek juga dilengkapi dengan tiga buah petal. Petal kesatu dan kedua letaknya berseling dengan sepal, sedangkan petal ketiga termodifikasi menjadi labellum (bibir) (Rachmawati et al., 2018).

Anggrek merupakan tumbuhan berbunga yang memiliki anggota jenis paling banyak dibandingkan dengan tumbuhan berbunga lainnya. Tingkat keragaman anggrek menempati 7-10% tumbuhan berbunga dan memiliki kurang lebih 20.000 sampai 35.000 jenis di dunia. Habitat anggrek dapat dijumpai di dataran rendah maupun dataran tinggi. Salah satu negara penghasil anggrek adalah Indonesia. Spesies anggrek yang ada di indonesia mencapai 4.000 hingga 5.000 jenis dan kurang lebih 1.118 jenis anggrek yang telah diketahui spesiesnya terdapat di sumatera (Fandani et al., 2018). Iklim tropis di Indonesia membuat anggrek tumbuh dengan baik dan subur. Hal ini menyebabkan indonesia menjadi negara yang kaya akan anggrek di dunia mulai dari variasi jenis, bentuk dan warna yang dapat dikatakan ribuan jumlahnya (Moeso, 1987).

 

Menurut Badan Pusat Statistik, (2021) Provinsi Jambi menjadi salah satu provinsi yang hutannya mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena di samping hutannya yang sangat luas, banyak terdapat flora dan fauna yang dilindungi, termasuk anggrek alam. Anggrek alam adalah anggrek yang tumbuh secara alami di hutan tanpa ada bantuan manusia (Nursanti et al., 2020). Salah satu daerah di Jambi yang terdapat anggrek alam adalah di desa Jambi Tulo, kecamatan Maro Sebo kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Di desa ini hutanya rimbun di antaranya banyak pohon yang berdiameter lebih dari 1 meter. Terdapat anggrek-anggrek hutan yang menempel di atas pepohonan tua. Anggrek tersebut memiliki berbagai macam warna, ukuran dan hidup menempel di pohon yang ada di hutan. Anggrek tersebut menempel pada pohon yang masih hidup tanpa mengganggu pertumbuhan inangnya (Andalasari et al., 2014).

 

Taman Sakat Lebung Panjang yang dikelola komunitas GMB menyimpan ragam keanekaragaman hayati khas Muaro Jambi. Tidak hanya anggrek alam hasil penyelamatan, tetapi juga pohon-pohon lokal yang ditanam sesuai pohon inang anggrek di habitat aslinya. Seperti pohon bungur, putat, beringin, aro, pulai, tembesu, kemenyan, dan pohon jenis buah. Kanal yang mengelilingi taman juga hanya berisi ikan-ikan lokal sumatera seperti gabus, tembakang, sepat, betok, putak, belut, dan labi-labi.

Semakin rimbunnya pepohonan mengundang aneka jenis satwa liar, seperti burung, serangga, reptilia, bahkan primata. Nuansa asri dan kesegaran udara memberikan ketenangan bagi pengunjung taman. Tiga buah sampan kecil disiapkan bagi mereka yang ingin menyusuri kanal taman.

Dari hasil identifikasi GMB, setidaknya 93 jenis anggrek dan pakis/paku-pakuan yang ditemukan di Muaro Jambi. Bahkan dari literatur disebutkan beberapa anggrek hanya ditemukan di Kalimantan namun ternyata ada di Muaro Jambi. Keberadaan anggrek ini sangat perlu diteliti untuk mengetahui secara spesifik dan akan membuka kemungkinan munculnya subspecies baru.

Media Sosial Taman Sakat

Terus terhubung dengan Taman Sakat untuk mendapatkan kabar mengenai inisiatif, kegiatan serta perkembangan dari Taman Sakat.